Menikmati Lebaran di DMHB Rejang Lebong, Danau Indah yang Selalu Ramai

Daftar Isi

Menikmati Lebaran di DMHB Rejang Lebong, Danau Indah yang Selalu Ramai
Pemandangan Objek Wisata DMHB yang asri 


Kabuk.id - Kalau ada satu tempat di Rejang Lebong yang selalu punya “vibes” Lebaran paling terasa, rasanya Danau Mas Harun Bastari (DMHB) wajib masuk daftar itu.

Begitu kaki menginjak kawasan danau, suasananya langsung beda. Udara sejuk menyapa pelan, angin membawa aroma pepohonan, lalu suara riuh wisatawan terdengar bersahut-sahutan. Ada tawa anak-anak, obrolan keluarga yang seru, suara pedagang yang menawarkan dagangan, sampai gemericik air danau yang tenang tapi hidup.

Lebaran memang selalu punya cara sendiri untuk membuat DMHB terasa lebih ramai, lebih hangat, dan entah kenapa… lebih menyenangkan.

Saya seperti bisa membayangkan, dari hari kedua Lebaran 1447 Hijriah, pengunjung datang seperti tidak ada habisnya. Satu rombongan pergi, rombongan lain datang. Mobil dan motor memenuhi parkiran. Orang-orang berjalan santai sambil membawa kantong jajanan, ada yang menggandeng anak, ada yang sibuk foto-foto, ada juga yang cuma duduk menikmati pemandangan.

DMHB ini memang strategis. Letaknya pas di jalur lintas Bengkulu - Sumatera Selatan. Jadi wajar saja kalau setiap musim liburan, tempat ini seperti magnet yang menarik wisatawan dari berbagai daerah.

Menurut Beny Irawan, pengelola DMHB, jumlah pengunjung pada libur Lebaran tahun ini jumlahnya meningkat signifikan dibandingkan pada libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya.

“Rata-rata bisa ribuan orang per hari, dan jumlahnya terus meningkat sampai akhir pekan,” ujar Benny.

Menikmati Lebaran di DMHB Rejang Lebong, Danau Indah yang Selalu Ramai


Karena di DMHB, bukan cuma danau yang bisa dinikmati

Kalau kamu tipe orang yang suka tantangan, ada flying fox yang siap bikin jantung deg-degan. Buat yang ingin lebih santai, kamu bisa naik kano atau perahu bebek, mengayuh perlahan sambil menikmati pemandangan danau yang dikelilingi hijau pepohonan.

Ada juga perahu ketek, favorit banyak orang. Rasanya seperti diajak menyatu dengan alam, melaju pelan di atas air, angin menyentuh wajah, dan mata dimanjakan lanskap yang adem banget.

Anak-anak juga tidak bakal bosan. Ada arena bermain khusus yang aman dan menyenangkan. Orang tua pun bisa lebih tenang karena pengelola sudah menyediakan pelampung dan helm pengaman untuk beberapa wahana.

Namun, Benny juga punya mimpi yang lebih besar. Ia ingin DMHB tidak hanya jadi tempat wisata musiman yang ramai hanya saat Lebaran atau libur panjang, tetapi bisa hidup setiap hari, setiap bulan, sepanjang tahun.

“Memang, saat ini kita harus berpikir dan bekerja keras, membuat terobosan untuk menambah daya tarik wisatawan. Sehingga Rejang Lebong nanti benar-benar menjadi daerah tujuan wisata,” jelas Beny.

Ia berharap beberapa bangunan yang sudah rusak bisa segera diperbaiki. Karena kalau fasilitasnya makin lengkap dan rapi, DMHB bukan tidak mungkin jadi ikon wisata besar, bukan hanya di Rejang Lebong, tapi juga di Bengkulu.

Di tengah ramainya suasana itu, ada cerita kecil dari seorang pengunjung bernama Deni, yang datang jauh-jauh dari Kabupaten Seluma. Dia mengaku takjub saat menginjakkan kakinya di DMHB untuk pertama kalinya.

“Setelah silaturahmi dengan keluarga, kami ke sini, katanya indah. Benar saja, udara sejuknya, pemandangan danau yang tenang, dan pengalaman naik perahu ketek. Apalagi ada perahu kanonya,” katanya.

Karena DMHB bukan cuma tempat wisata. Ia seperti ruang kecil yang menyimpan rasa pulang. Tempat orang-orang berkumpul, tertawa, melepas penat, dan merayakan Lebaran dengan cara yang sederhana tapi bermakna.

Kalau kamu ingin merasakan Lebaran yang benar-benar “hidup”, datanglah ke DMHB. Duduk sebentar di pinggir danau. Dengarkan suara angin. Nikmati riuh orang-orang. Dan biarkan suasana itu membawa kamu hanyut, pelan-pelan, dalam tenangnya alam Rejang Lebong.***